Cerita diinspirasikan oleh teman baik saya, Prima Yuri Perwita. Dia memang pernah satu sekolah sewaktu SMP dengan saya. Namun walaupun begitu, sampai detik ini pun saya masih tetap berkomunikasi dengannya. Ada banyak hal dalam dirinya yang menginspirasikan hidup saya. Pertama, dia adalah sosok seorang sahabat yang baik. Saya cukup mengenal jauh dia, dia sangat menyayangi teman-temannya, boleh dikatakan dia mungkin cukup royal untuk teman-temannya. Dia tidak pernah perhitungan kepada mereka selama mereka adalah teman-temannya yang baik dan setia.

Selain pandai bersahabat, dia juga pandai menulis. Ya, mungkin sebagian dari dirinya ada bakat untuk menulis. Sejak SMP saya mengenalnya, dia memang sering menulis novel-novel fiksi. Kebetulan saya juga menyukai fiksi, sehingga kami dulu sering berbagi cerita tentang sebuah film fiksi terkenal Harry Potter. Ide-ide cerita yang dia bukukan dalam sebuah novel pun sering say abaca, karena kebetulan dia juga membutuhkan penilaian dari orang lain. Saya sering memintanya untuk memberitahukan saya saja jika novelnya jadi, saya pasti membacanya, terutama untuk mengisi liburan semester. Dia pernah bercerita kepada saya bahwa dia pernah mengirimkan novelnya ke sebuah percetakan, ya mungkin ada percetakan yang mau memasarkan novelnya itu. Namun, dia berulang kali gagal. Tapi saya terus mengatakan bahwa kesempatan itu tidak pernah ada batasnya, saya memintanya untuk terus mencoba mengirimkan setiap novel yang dia telah buat. Terakhir, dia meminta saya untuk membaca beberapa bab novel yang telah ia buat di notes facebook dan men-tag saya. Menurut saya, ceritanya memang cukup bagus, apalagi mengingat jarang sekali remaja Indonesia yang tertarik membuat novel, pasti masih jarang, jadi kesempatan bagi dia masih terbuka lebar. Namun, walaupun belum ada yang diterima oleh media cetak, dia terus berusaha membuat novel dengan banyak perbaikan di setiap sudut kesalahan atau kekurangan pada novel-novel sebelumnya. Inilah hal kedua yang saya kagum dari dirinya, tak pernah menyerah.

Kegigihan dia yang seperti tadilah yang membawa kesuksesan dia untuk menjebol Kedokteran Gigi  Universitas Brawijaya di Malang. Awalnya dia sempat kecewa dengan berbagai hasil tes kedokteran yang selalu gagal ditembusnya, baik UI, UNPAD, UGM dan lainnya. Namun, berkat perjuangan dia serta dukungan dari orang tua yang begitu besar, dia berhasil menembus dinding besar itu dan semakin dekat dengan cita-cita yang dia inginkan kelak.

Begitulah kisah singkat kehidupan teman saya itu. Semoga dapat menginspirasi kalian semua yang membacanya.

<!–

Organizational Structure

–>BOARD OF EXECUTIVES

RECTOR
Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc

VR FOR ACADEMIC AND STUDENT AFFAIRS
Prof. Dr. Ir. Yonny Koesmaryono, MS

VR FOR RESOURCES AND DEVELOPMENT
Prof. Dr. Ir. Hermanto Siregar, M.Ec

VR FOR RESEARCH AND COLLABORATION
Dr. Ir. Anas Miftah Fauzi, M.Eng

VR FOR BUSINESS AND COMMUNICATION
Dr. Ir. Arif Imam Suroso, M.Sc,CS

BOARD OF TRUSTEES
Head : Prof.Dr.Ir.Didik J. Rachbini
Vice Head : Dr. Ishartanto
Secretary : Prof.Dr.Ir.Tridoyo Kusumastanto

THE ACADEMIC SENATE
Head : Prof.Dr.Ir.Dudung Darusman, MA
Secretary : Dr.Ir.Soeryo Adiwibowo, MS

BOARD OF PROFESSORS
Head : Prof.Dr.Ir. Suhendang, MS
Secretary : Prof.Dr.Ir. Roedhy Poerwanto, M.Sc.

BOARD OF AUDITOR
Head : Prof.Dr.Azyumardi Azra
Secretary : Setiadi Djohar, MSM, DBA

ADMINISTRATIVE UNITS

DIRECTOR OF ACADEMIC ADMINISTRATION
Dr. Ir. Drajat Martianto, M.Si

DIRECTOR OF EDUCATION ASSESSMENT AND DEVELOPMENT
Ir. Lien Herlina, M.Sc

DIRECTOR OF CAREER DEVELOPMENT AND ALUMNI RELATIONSHIP
Dr.Ir. Dodik Ridho Nurrochmat, M.Sc.F.Trop

DIRECTOR OF STUDENT AFFAIRS
Dr. Rimbawan

DIRECTOR OF HUMAN RESOURCE
Erlin Trisyulianti, S.TP, M.Si

DIRECTOR OF FINANCE
Agus Cahyana, SE, Ak, MM

DIRECTOR OF FACILITY AND PROPERTY
Dr. Ir. Erizal, M.Agr

DIRECTOR OF PLANNING AND DEVELOPMENT
Dr.Drs. D. Iwan Riswandi, SE, M.Si

DIRECTOR OF RESEARCH AND STRATEGIC STUDY
Dr. Ir. Iskandar Zulkarnaen Siregar, M.For.Sc.

DIRECTOR OF COOPERATION AND INTERNATIONAL PROGRAM
Dr.Ir. Rinekso Soekmadi, M.Sc.F.Trop

DIRECTOR OF BUSINESS AND PARTNERSHIP
Dr. Ir. Mieka Syahbana Rusli, M.Sc, Agr

DIRECTOR OF COMMUNICATION AND INFORMATION SYSTEM
Prof.Dr.Ir. Kudang Boro Seminar, M.Sc

HEAD OFFICE OF LAW AND ORGANIZATION
Dedy Muhamad Tauhid, SH., MM

HEAD OFFICE OF QUALITY ASSURANCE
Dr.drh. Srihadi Agungpriyono, M.Sc.

HEAD OFFICE OF INTERNAL AUDIT
Dr. Wonny Achmad Ridwan, SE, MM

EXECUTIVE SECRETARY FOR RECTOR
Dr.Ir. Bonny Poernomo Wahyu Sukarno

ACADEMIC UNITS

DIRECTOR OF EDUCATION FIRST COMMON YEAR PROGRAM
Dr. Ir. Ibnu Qayim

DIRECTOR OF DIPLOMA PROGRAM
Prof.Dr.Ir. Muhammad Zairin Junior, M.Sc

HEAD OF GENERAL BASIC EDUCATION
Drs. Muhamad Thanthowi Djauhari, MA

THE FACULTY OF AGRICULTURE

DEAN
Prof. Dr. Ir. Didy Sopandie, M.Agr

VICE DEAN
Dr. Ir. Aris Munandar, MS

HEAD OF  DEPARTMENT AGRONOMY AND HORTICULTURE
Dr.Ir. Agus Purwito, M.Sc.Agr

HEAD OF  DEPARTMENT SOIL SCIENCE AND LAND RESOURCES
Dr. Ir. Syaiful Anwar, M.Sc

HEAD OF  DEPARTMENT PLANT PROTECTION
Dr. Ir. Dadang, M.Sc

HEAD OF DEPARTMENT LANDSCAPE ARCHITECTURE
Prof. Dr. Ir. Siti Nurisjah, MSLA

THE FACULTY OF VETERINARY

DEAN
Dr.drh. I Wayan Teguh Wibawan, MS

VICE DEAN
Dr. Dra. Nastiti Kusumorini

HEAD OF  DEPARTMENT ANATOMY, PHYSIOLOGY, PHARMACOLOGY
Dr. drh. Agik Suprayogi, M.Sc.Agr

HEAD OF  DEPARTMENT ANIMAL DISEASES AND VETERINARY HEALTH
Dr. drh. Fadjar Satrija, M.Sc

HEAD OF DEPARTMENT VETERINARY CLINIC, REPRODUCTION AND PATHOLOGY
Dr. drh. Bambang Pontjo Priosoeryanto, MS

THE FACULTY OF FISHERIES AND MARINE SCIENCE

DEAN
Prof. Dr. Ir. Indra Jaya, M.Sc

VICE DEAN
Dr. Ir. Agus Oman Sudrajat, M.Sc

HEAD OF   DEPARTMENT AQUACULTURE
Dr.Ir. Odang Carman, M.Sc

HEAD OF  DEPARTMENT LIVING AQUATIC RESOURCES MANAGEMENT
Dr. Ir. Yusli Wardiatno, M.Sc

HEAD OF  DEPARTMENT AQUATIC PRODUCTS TECHNOLOGY
Dr. Ir. Ruddy Suwandi, MS., M.Phil.

HEAD OF  DEPARTMENT FISHERY RESOURCES UTILIZATION
Dr.Ir. Buddy Wiryawan, M.Sc

HEAD OF  DEPARTMENT MARINE SCIENCES & TECHNOLOGY
Dr. Ir. Tri Prartono, M.Sc

THE FACULTY OF ANIMAL SCIENCE

DEAN
Dr. Ir. Luki Abdullah, M.Sc.Agr

VICE DEAN
Dr. Ir. H. Muhammad Yamin, M.Agr.Sc

HEAD OF DEPARTMENT ANIMAL PRODUCTION AND TECHNOLOGY
Dr. Ir. Cece Sumantri, M.Agr.Sc

HEAD OF  DEPARTMENT NUTRITIONAL SCIENCES AND FEED TECHNOLOGY
Dr. Ir. Idat Galih Permana, M.Sc.Agr

THE FACULTY OF FORESTRY

DEAN
Dr. Ir. Hendrayanto, M.Agr

VICE DEAN
Prof. Dr. Ir. Fauzi Febrianto, MS

HEAD OF  DEPARTMENT FOREST MANAGEMENT
Dr. Ir. Didik Suharjito, MS

HEAD OF  DEPARTMENT FOREST PRODUCT TECHNOLOGY
Dr. Ir. I Wayan Darmawan, M.Sc.forest.trop

HEAD OF  DEPARTMENT FOREST RESOURCE CONSERVATION AND ECOTOURISM
Prof. Dr. Ir. Sambas Basuni, MS

HEAD OF DEPARTMENT SILVICULTURE
Prof. Dr.Ir. Bambang Hero Saharjo, M.Agr.

THE FACULTY OF AGRICULTURAL TECHNOLOGY

DEAN
Dr. Ir. Sam Herodian, MS

VICE DEAN
Dr. Ir. Sugiyono, M.App.Sc

HEAD OF  DEPARTMENT AGRICULTURAL ENGINEERING
Dr. Ir. Desrial, M.Eng

HEAD OF  DEPARTMENT FOOD SCIENCE AND TECHNOLOGY
Dr. Ir. Dahrul Syah, M.Agr.Sc

HEAD OF  DEPARTMENT AGROINDUSTRIAL TECHNOLOGY
Dr. Ir. Muhammad Romli, M.Sc.St

HEAD OF DEPARTMENT CIVIL ENGINEERING AND ENVIRONMENT
Prof. Ir. Ir. Asep Syafei

THE FACULTY OF NATURAL SCIENCIES

DEAN
Dr. drh. H. Hasim, DEA

VICE DEAN
Dr. Ir. Kiagus Dahlan, M.Sc

HEAD OF  DEPARTMENT GEOPHYSICS & METEOROLOGY
Dr. Ir. Rini Hidayati, MS.

HEAD OF  DEPARTMENT PHYSIC
Dr. Ir. Irzaman, M.Si

HEAD OF  DEPARTMENT STATISTICS
Dr. Ir. Hari Wijayanto, M.Si

HEAD OF  DEPARTMENT BIOLOGY
Dr. Ir. Ence Darmo Jaya Supena, MSi

HEAD OF  DEPARTMENT MATHEMATICS
Dr. Dra. Berlian Setiawaty, MS

HEAD OF  DEPARTMENT COMPUTER SCIENCE
Dr.Ir. Sri Nurdiati, M.Sc

HEAD OF  DEPARTMENT CHEMISTRY
Prof.Dr..Ir. Tun Tedja Irawadi, MS

HEAD OF DEPARTMENT BIO-CHEMISTRY
Dr. drh. Sulistiyani, M.Sc

THE FACULTY OF ECONOMIC AND MANAGEMENT

DEAN
Dr.Ir.Yusman Syaukat, M.Ec.

VICE DEAN
Dr. Ir. Muhammad Firdaus, SP. M.Si.

HEAD OF DEPARTMENT AGRIBUSINESS
Dr.Ir. Nunung Kusnadi, MS

HEAD OF  DEPARTMENT ECONOMIC SCIENCE
Dr. Ir. Dedi Budiman Hakim, MEc.

HEAD OF  DEPARTMENT MANAGEMENT
Dr. Ir. Jono Mintarto Munandar, M.Sc

HEAD OF DEPARTMENT RESOURCES AND ENVIRONMENTAL ECONOMIC
Dr. Ir. Aceng Hidayat, MT

THE FACULTY OF HUMAN ECOLOGY

DEAN
Dr. Arif Satria, SP, M.Si

VICE DEAN
Prof. Dr. Ir. Ahmad Sulaeman

HEAD OF DEPARTMENT COMMUNITY NUTRITION
Dr. Ir. Budi Setiawan, MS

HEAD OF DEPARTMENT FAMILY AND CONSUMER SCIENCES
Dr. Ir. Hartoyo, M.Sc

HEAD OF DEPARTMENT COMMUNICATION AND COMMUNITY DEVELOPMENT
Dr. Ir. Soeryo Adiwibowo, MS

GRADUATE SCHOOL

DEAN
Prof. Dr. Ir. Khairil Anwar Notodiputro, MS

VICE DEAN
Dr. Ir. Dedi Jusadi, M.Sc

SECRETARY OF DOCTORAL PROGRAM
Prof. Dr. Ir. Marimin, M.Sc

SECRETARY OF MAGISTER PROGRAM
Dr. Ir. Naresworo Nugroho,M.Si

SECRETARY FOR COLLABORATION & DEVELOPMENT
Dr. Ir. Muladno, MSA

MANAGEMENT & BUSINESS PROGRAM

DIRECTOR
Dr. Ir. Arief Daryanto, M.Ec

ASSISTANT DIRECTOR I FOR STUDENT AFFAAIRS & ACADEMIC
Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc

ASSISTANT DIRECTOR II FOR FINANCE, HUMAN RESOURCE, & ADMINISTRATION
Dr. Ir. Noer Azam Achsani

INSTITUTE OF RESEARCH AND COMMUNITY EMPOWERMENT

HEAD
Prof. Dr. Ir. Bambang Pramudya Noorachmat, M.Eng

VICE HEAD FOR RESEARCH
Prof. Dr. Ir. Ronny Rahman Noor, M.Rur.Sc

VICE HEAD FOR COMMUNITY EMPOWERMENT
Dr. Ir. Prastowo, M.Eng

SECRETARY FOR INSTITUTE OF RESEARCH AND COMMUNITY EMPOWERMENT
Dr.Ir. Sulistiono, MSc

HEAD OF CENTER FOR AGRICULTURAL AND RURAL DEVELOPMENT STUDIES
Dr. Ir. Lala M. Kolopaking, MS

HEAD OF RESEARCH CENTER FOR BIORESOURCES AND BIOTECHNOLOGY (RCBio)
Dr. Ir. Suharsono, DEA

HEAD OF CENTER FOR SOUTH EAST ASIA FOOD AGRICULTURAL SCIENCE AND TECNOLOGY (SEAFAST)
Dr. Ir. Purwiyatno Hariyadi, M.Sc

HEAD OF CENTER FOR REGIONAL SYSTEMS ANALYSIS, PLANNING AND DEVELOPMENT (CRESTPENT)
Dr. Ir. Ernan Rustiadi, M.Agr

HEAD OF HUMAN RESOURCES DEVELOPMENT CENTER
Dr. Ir. Pudji Muljono, M.Si.

HEAD OF CENTER FOR RESEARCH ON ENGINEERING APPLICATIONS IN TROPICAL AGRICULTURE (CREATA)
Prof. Dr. Ir. Tineke Mandang, MS

HEAD OF ENTREPRENEURIAL RESEARCH AND DEVELOPMENT CENTER
Ir. Pramono D. Fewidarto, MS

HEAD OF BIOPHARMACA RESEARCH CENTER (BRC)
Prof. Dr. Ir. Latifah Kosim, MS

HEAD OF CENTER FOR TROPICAL FRUIT STUDIES
Dr. Ir. Sobir, M.Si

HEAD OF PRIMATE RESEARCH CENTER
Dr. drh. Joko Pamungkas, M.Sc

HEAD OF CENTER FOR RESEARCH ON THE ENVIRONMENT
Prof. Dr. Ir. Kukuh Murtilaksono, MS

HEAD OF CENTER FOR MARINE AND COASTAL RESOURCES STUDIES (CCMRS)
Prof. Dr. Ir. Tridoyo Kusumastanto, MS

HEAD OF CENTER FOR TROPICAL ANIMAL STUDIES
Dr. Ir. Suryahadi, DEA.

HEAD OF SURFACTANT AND BIOENERGY RESEARCH CENTER
Dr. Ir. Eliza, M.Si

HEAD OF CENTER FOR MINE RECLAMATION STUDIES
Dr. Ir. Iskandar

HEAD OF PACIFIC AND SOUTH EAST ASIA CLIMATE CHANCE AND RISK MANAGEMENT CENTER
Dr. Ir. Rizaldi Boer, M.S.

HEAD OF INTERNATIONAL CENTER FOR APPLIED FINANCE AND ECONOMICS (INTER-CAFE)
Dr. Ir. Imam Sugema, M.Ec.

HEAD OF RESEARCH CENTER FOR CALAMITY
Dr. Ir. Euis Sunarti, M.Si.

HEAD OF CENTER FOR ALTERNATIVE DISPUTE RESOLUTION, REGULATION AND POLICY (CARE)
Prof. Dr. Ir. Sumardjo, MS.

SUPPORTING UNITS

HEAD OF LIBRARY
Ir. Sumarlinah, M.Si.

HEAD OF IPB FARM UNIVERSITY
Dr. Ir. Anas D. Susila, MS

HEAD OF LANGUAGE UNIT
Prof. Dr. Ir. Hasjim Bintoro, M.Agr

DIRECTOR VETERINARY HOSPITAL
Prof. drh. Dondin Sajuthi, MST.PhD

HEAD OF STUDENT’S DORMITORY
Dr. Ir. Irmansyah, M.Si

HEAD OF ART & SPORTS UNIT
Dr. Ir. Machfud, MS

HEAD OF INTEGRATED LABORATORY TECHNICAL ORGANIZER UNIT
Dr. Ir. Zaenal Alim Mas’ud, DEA

HEAD OF CAMPUS SECURITY UNIT
Drs. Subagjo, MM

HEAD OF POLYCLINIC
Dr. dr. Sri Budiarti

BPH :
Ketua Pelaksana : Achmad Fachruddin
Sekretaris I : Resti Pratiwi
Sekretaris II : Alfi Irfan
Bendahara I : Anik Setyaningsih
Bendahara II : Armina Puji Utari

Divisi Acara
Kadiv : Pryo Adi Lukito
Sekdiv : Yani Mulyani

Divisi PJL
Kadiv : Ihwan Purnomo
Sekdiv : Salsabila Khotibatunnisa

Divisi Komdis
Kadiv : Akhmad Fahmi Hikmatiyar
Sekdiv : Anggun Puspita Sari

Divisi Humas
Kadiv : M. Sigit Susanto
Sekdiv : Elvira Yunita

Divisi Dana Usaha
Kadiv : Ety Artiningsih
Sekdiv : Erlin Marlina

Divisi Kestari
Kadiv : Yessy Okviana

Divisi PDD
Kadiv : Galih Kenang A.
Sekdiv : Harumi Aini

Divisi Konsumsi
Kadiv : Faiz Zuhad Mushoffi
Sekdiv : Syahidah Rosyidah Anshori

Divisi Logistik
Kadiv : Ferdy Gustian Utama
Sekdiv : Suci Khoirunnisa

Divisi Medis
Kadiv : Chusnul Arifin
Sekdiv : Tri Ferdiani

Divisi Sponsorship
Kadiv : Deni Priawan
Sekdiv : Saraswati

Mario Teguh (lahir di Makassar, 5 Maret 1956; umur 54 tahun) adalah seorang muslim yang menjadi motivator dan konsultan asal Indonesia. Nama aslinya adalah Sis Maryono Teguh, namun saat tampil di depan publik, ia menggunakan nama Mario Teguh. Ia meraih gelar Sarjana Pendidikan dari Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Malang. Mario Teguh sempat bekerja di Citibank, kemudian mendirikan Bussiness Effectiveness Consultant, Exnal Corp. menjabat sebagai CEO (Chief Executive Officer) dan Senior Consultan. Beliau juga membentuk komunnitas Mario Teguh Super Club (MTSC).

Karier

Tahun 2010 kembali meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia, MURI, sebagai Motivator dengan Facebook Fans terbesar di dunia.

Di awal tahun 2010, Beliau terpilih sebagai satu dari 8 Tokoh Perubahan 2009 versi Republika surat kabar yang terbit di Jakarta.

Sebelumnya Beliau membawakan acara bertajuk Business Art di O’Channel. Kemudian namanya semakin dikenal luas oleh masyarakat ketika ia membawakan acara Mario Teguh Golden Ways di Metro TV. Pada saat ini Mario Teguh dikenal sebagai salah satu motivator termahal di Indonesia.

Di tahun 2003 mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia, MURI, sebagai penyelenggara seminar berhadiah mobil pertama di Indonesia.

Pendidikan

  • Jurusan Arsitektur New Trier West High (setingkat SMA) di Chicago, Amerika Serikat, 1975.
  • Jurusan Linguistik dan Pendidikan Bahasa Inggris, Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Malang (S-1).
  • Jurusan International Business, Sophia University, Tokyo, Jepang.
  • Jurusan Operations Systems, Indiana University, Amerika Serikat, 1983 (MBA).

Buku

  • Becoming a Star (2006)
  • One Million Second Chances (2006)
  • Life Changer (2009)
  • Leadership Golden Ways (2009)

Dikutip dari : http://id.wikipedia.org/wiki/Mario_Teguh

Abdul Haris Nasution (1918-2000)
Jujur Pada Sejarah dan Nurani

Biografi beliau :

Nama:Abdul Haris Nasution

Pangkat:Jenderal Bintang Lima

Lahir :Kotanopan, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, 3 Desember 1918

Meninggal:Jakarta, 6 September 2000

Agama:Islam
Istri:Ny Johanna Sunarti

Pendidikan :
= HIS, Yogyakarta (1932)
= HIK, Yogyakarta (1935)
= AMS Bagian B, Jakarta (1938)
= Akademi Militer, Bandung (1942)
= Doktor HC dari Universitas Islam Sumatera Utara, Medan (Ilmu Ketatanegaraan, 1962)
= Universitas Padjadjaran, Bandung (Ilmu Politik, 1962)
= Universitas Andalas, Padang (Ilmu Negara 1962)
= Universitas Mindanao, Filipina (1971)

Karir :
= Guru di Bengkulu (1938)
= Guru di Palembang (1939-1940)
= Pegawai Kotapraja Bandung (1943)
= Dan Divisi III TKR/TRI, Bandung (1945-1946)
= Dan Divisi I Siliwangi, Bandung (1946-1948)
= Wakil Panglima Besar/Kepala Staf Operasi MBAP, Yogyakarta (1948)
= Panglima Komando Jawa (1948-1949)
= KSAD (1949-1952)
= KSAD (1955-1962)
= Ketua Gabungan Kepala Staf (1955-1959)
= Menteri Keamanan Nasional/Menko Polkam (1959-1966)
= Wakil Panglima Besar Komando Tertinggi (1962-1963)
= Wakil Panglima Besar Komando Tertinggi (1965)
= Ketua MPRS (1966-1972)

Alamat Rumah :
Jalan Teuku Umar 40, Jakarta Pusat Telp: 349080

Gaya hidup bersahaja dibawa Jenderal Besar A.H. Nasution sampai akhir hayatnya, 6 September 2000. Ia tak mewariskan kekayaan materi pada keluarganya, kecuali kekayaan pengalaman perjuangan dan idealisme. Rumahnya di Jalan Teuku Umar, Jakarta, tetap tampak kusam, tak pernah direnovasi. Namun Tuhan memberkatinya umur panjang, 82 tahun.

Pria Tapanuli ini lebih menjadi seorang jenderal idealis yang taat beribadat. Ia tak pernah tergiur terjun ke bisnis yang bisa memberinya kekayaan materi. Kalau ada jenderal yang mengalami kesulitan air bersih sehari-hari di rumahnya, Pak Nas orangnya. Tangan-tangan terselubung memutus aliran air PAM ke rumahnya, tak lama setelah Pak Nas pensiun dari militer. Untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari, keluarga Pak Nas terpaksa membuat sumur di belakang rumah. Sumur itu masih ada sampai sekarang.

Memang tragis. Pak Nas pernah bertahun-tahun dikucilkan dan dianggap sebagai musuh politik pemerintah Orba. Padahal Pak Nas sendiri menjadi tonggak lahirnya Orba. Ia sendiri hampir jadi korban pasukan pemberontak yang dipimpin Kolonel Latief. Pak Nas-lah yang memimpin sidang istimewa MPRS yang memberhentikan Bung Karno dari jabatan presiden, tahun 1967.

Pak Nas, di usia tuanya, dua kali meneteskan air mata. Pertama, ketika melepas jenazah tujuh Pahlawan Revolusi awal Oktober 1965. Kedua, ketika menerima pengurus pimpinan KNPI yang datang ke rumahnya berkenaan dengan penulisan buku, Bunga Rampai TNI, Antara Hujatan dan Harapan.

Apakah yang membuatnya meneteskan air mata? Sebagai penggagas Dwi Fungsi ABRI, Pak Nas ikut merasa bersalah, konsepnya dihujat karena peran ganda militer selama Orba yang sangat represif dan eksesif. Peran tentara menyimpang dari konsep dasar, lebih menjadi pembela penguasa ketimbang rakyat.

Pak Nas memang salah seorang penandatangan Petisi 50, musuh nomor wahid penguasa Orba. Namun sebagai penebus dosa, Presiden Soeharto, selain untuk dirinya sendiri, memberi gelar Jenderal Besar kepada Pak Nas menjelang akhir hayatnya. Meski pernah “dimusuhi” penguasa Orba, Pak Nas tidak menyangkal peran Pak Harto memimpin pasukan Wehrkreise melancarkan Serangan Umum ke Yogyakarta, 1 Maret 1949.

Pak Nas dikenal sebagai peletak dasar perang gerilya
melawan kolonialisme Belanda. Tentang berbagai gagasan dan konsep perang gerilyanya, Pak Nas menulis sebuah buku fenomenal, Strategy of Guerrilla Warfare.

Buku ini telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa asing, jadi buku wajib akademi militer di sejumlah negara, termasuk sekolah elite bagi militer dunia, West Point Amerika Serikat (AS). Dan, Pak Nas tak pernah mengelak sebagai konseptor Dwi Fungsi ABRI yang dikutuk di era reformasi. Soalnya, praktik Dwi Fungsi ABRI menyimpang jauh dari konsep dasar.

Jenderal Besar Nasution menghembuskan nafas terakhir di RS Gatot Subroto, pukul 07.30 WIB (9/9-2000), pada bulan yang sama ia masuk daftar PKI untuk dibunuh. Ia nyaris tewas bersama mendiang putrinya, Ade Irma, ketika pemberontakan PKI (G-30-S) meletus kembali tahun 1965. Tahun 1948, Pak Nas memimpin pasukan Siliwangi yang menumpas pemberontakan PKI di Madiun.

Usai tugas memimpin MPRS tahun 1972, jenderal besar yang pernah 13 tahun duduk di posisi kunci TNI ini, tersisih dari panggung kekuasaan. Ia lalu menyibukkan diri menulis memoar. Sampai pertengahan 1986, lima dari tujuh jilid memoar perjuangan Pak Nas telah beredar. Kelima memoarnya, Kenangan Masa Muda, Kenangan Masa Gerilya, Memenuhi Panggilan Tugas, Masa Pancaroba, dan Masa Orla. Dua lagi memoarya, Masa Kebangkitan Orba dan Masa Purnawirawan, sedang dalam persiapan. Masih ada beberapa bukunya yang terbit sebelumnya, seperti Pokok-Pokok Gerilya, TNI (dua jilid), dan Sekitar Perang Kemerdekaan (11 jilid).

Ia dibesarkan dalam keluarga tani yang taat beribadat. Ayahnya anggota pergerakan Sarekat Islam di kampung halaman mereka di Kotanopan, Tapanuli Selatan. Pak Nas senang membaca cerita sejarah. Anak kedua dari tujuh bersaudara ini melahap buku-buku sejarah, dari Nabi Muhammad SAW sampai perang kemerdekaan Belanda dan Prancis.

Selepas AMS-B (SMA Paspal) 1938, Pak Nas sempat menjadi guru di Bengkulu dan Palembang. Tetapi kemudian ia tertarik masuk Akademi Militer, terhenti karena invasi Jepang, 1942. Sebagai taruna, ia menarik pelajaran berharga dari kekalahan Tentara Kerajaan Belanda yang cukup memalukan. Di situlah muncul keyakinannya bahwa tentara yang tidak mendapat dukungan rakyat pasti kalah.

Dalam Revolusi Kemerdekaan I (1946-1948), ketika memimpin Divisi Siliwangi, Pak Nas menarik pelajaran kedua. Rakyat mendukung TNI. Dari sini lahir gagasannya tentang perang gerilya sebagai bentuk perang rakyat. Mtode perang ini dengan leluasa dikembangkannya setelah Pak Nas menjadi Panglima Komando Jawa dalam masa Revolusi Kemerdekaan II (948-1949).

Pak Nas muda jatuh cinta pada Johana Sunarti, putri kedua R.P. Gondokusumo, aktivis Partai Indonesia Raya (Parindra). Sejak muda, Pak Nas gemar bermain tenis. Pasangan itu berkenalan dan jatuh cinta di lapangan tenis (Bandung) sebelum menjalin ikatan pernikahan. Pasangan ini dikaruniai dua putri (seorang terbunuh).

Pengagum Bung Karno di masa muda, setelah masuk di jajaran TNI, Pak Nas acapkali akur dan tidak akur dengan presiden pertama itu. Pak Nas menganggap Bung Karno campur tangan dan memihak ketika terjadi pergolakan di internal Angkatan Darat tahun 1952. Ia berada di balik ”Peristiwa 17 Oktober”, yang menuntut pembubaran DPRS dan pembentukan DPR baru. Bung Karno memberhentikannya sebagai KSAD.

Bung Karno akur lagi dengan Pak Nas, lantas mengangkatnya kembali sebagai KSAD tahun 1955. Ia diangkat setelah meletusnya pemberontakan PRRI/Permesta. Pak Nas dipercaya Bung Karno sebagai co-formatur pembentukan Kabinet Karya dan Kabinet Kerja. Keduanya tidak akur lagi usai pembebasan Irian Barat lantaran sikap politik Bung Karno yang memberi angin kepada PKI.

Namun, dalam situasi seperti itu Pak Nas tetap berusaha jujur kepada sejarah dan hati nuraninya. Bung Karno tetap diakuinya sebagai pemimpin besar. Suatu hari tahun 1960, Pak Nas menjawab pertanyaan seorang wartawan Amerika, ”Bung Karno sudah dalam penjara untuk kemerdekaan Indonesia, sebelum saya faham perjuangan kemerdekaan”.

Dikutip : http://saktinasution.wordpress.com/2010/01/05/biografi-jenderal-besar-abdul-haris-nasution/

buber bersama anak yatim

oleh ipa empat

Awalnya bukanlah kemauan saya meneruskan sekolah ke SMA Negeri 6 Bogor. Karena, ada SMA lainnya yang merupakan impian saya, dan saya sangat ingin masuk sekolah itu. Setahun saya menjalani studi di Smaugue—begitu anak-anak sma menyebutnya—masih saja saya belum merasa nyaman. Entah masih ada rasa menyesal mengapa saya tidak dapat masuk sekolah impian saya itu.

Namun hal itu berubah dratis ketika saya menemukan sekelompok orang yang luar biasa hebat. Semua berawal dari hari pertama sekolah di tahun kedua, saya sibuk mencari di mana kelas baru saya, mencari di setiap daftar nama yang dipampang di setiap jendela depan kelas. Akhirnya, saya menemukan nama bertuliskan Rizky Ardinsyah, di ruang kelas XI IPA 4. Saya pun masuk dan kembali lagi sibuk mencari tempat duduk, sayangnya saya tidak dapat duduk di paling depan karena tempat-tempat di depan sudah di-booking teman-teman lainnya. Tidak semua teman baru, saya kembali satu kelas dengan 5 orang lainnya sewaktu di tahun pertama. Dan sisanya, 34 lainnya, sungguh kami belum terlalu mengenal satu sama lainnya, atau bahkan belum kenal sama sekali.

Cerita demi cerita menarik mulai menggoreskan buku kehidupan saya, “Apa sih mereka ini?” Ya, itu pertanyaan saya dalam hati, terdengar lucu. Karena memang pada kenyataannya, mereka begitu FOUR (fantastic, outstanding, unique, ridiculous). Pada minggu-minggu pertama, saya sudah dapat menyirikan orang-orang yang sangat menonjol, Tyyas—yang selalu berkata toa sesaat dan membuat suasana kelas hening seketika,  Ardhy—yang wajahnya mirip sekali dengan Harry Potter dan selalu menggodekan kepala saat berbicara, Adisti—yang wajahnya cantik sekali dan unik seperti kucing Anggora, Fitri, Yunita, Suwarti—terkenal bahwa mereka adalah jawara-jawara lainnya sewaktu tahun pertama, dan masih banyak lainnya.

Kami mulai saling membaur seiring dengan berjalannya waktu. Dan hebatnya, ketua kelas kami, Robby, dialah yang selalu menggerakan kami, memotori kami, membimbing kami agar kami selalu menganggap bahwa kelas ini adalah keluarga. Sejak saat itu, hubungan kami pun mulai semakin dekat, kami selalu bermain bersama baik di kelas ataupun di luar sekolah, seperti menonton bareng, makan bareng dan sebangainya, walaupun tidak selalu semuanya ikut, namun kehangatan di antara kami mulai terasa.

Saya mendapat banyak pelajaran dari teman-teman kelas ini, pertama, saat kelas mengusulkan mengadakan adanya buka bersama anak yatim/piatu. Begitu semangatnya kami mengurusi acara ini, walau di tengah rencana mulai bingung mencari dana, kami pada akhirnya tetap bias menjalankan acara itu dengan sukses. Acara ini pun dapat dilaksanakan lagi oleh kami pada tahun ketiga, karena kebetulan pada tahun ketiga, kami tidak dipecah lagi. Dari situ, saya mengetahui bahwa rasa sosial mereka terhadap sesame sangatlah besar, dan saya memetik hikmah dari peristiwa itu. Kedua, ketika kami berlibur bersama di sebuah villa, kami lantas mengadakan api unggun dan di situ kami diminta untuk saling mencurahkan isi hati selama setelah belajar di XI IPA 4 satu tahun. Begitu banyak air mata yang menetes saat satu demi satu cerita diungkapkan oleh kami, terlebih satu teman kami, evina wijaya, yang tahun depannya harus berpisah sementara karena dia satu tahun mendapat beasiswa YES untuk sekolah di Amerika. Dari situ, saya belajar, bahwa persahabatan sejati benar-benar bukan dinilai dari materi saja, namun membina sifat kekeluargaan yang saling menyayangi dan mengasihi-lah yang membangun persahabatan itu menjadi sangat berarti. Ketiga, ketika ada teman yang sakit atau kecelakaan, kami menyisihkan uang lalu menjenguk dan membawakan sedikit buah-buahan. Lagi-lagi saya belajar sebuah rasa kemanusiaan yang besar dari anak-anak Indonesia. Keempat, kami memang sering dicaci atau menjadi pembicaraan guru-guru atau teman-teman lainnya, karena kelas kami selalu berisik, apalagi di tahun kedua kelas kami berada di sebelah ruang guru, namun satu hal yang tidak pernah saya lupakan, yaitu prestasi kelas kami selalu unggul dibanding yang lainnya. Seperti teman saya, Fitri, yang tiga tahun berturut-turut menjadi juara umum SMAN 6 Bogor, Mentari yang menjadi juara nasional atlet taekwondo, Suwarti yang aktif di bidang PMR sekolah maupun PMR Kota Bogor, Evina yang berhasil mengalahkan banyak peserta yang ingin mengikuti AFS/YES, Nira yang selalu aktif menulis untuk majalah remaja, koran lokal, dll., Terakhir, rasa cinta kami pula terhadap guru-guru yang memang tak bisa diungkapkan secara langsung, terbukti bahwa setiap kami kumpul bareng kembali setelah lulus, kami masih sering membicarakan beberapa guru saat dia mengajar, bercanda, atau hal-hal lucu lainnya bersama murid-murid, tentu kami menjadi merasa kangen dan seperti ingin kembali ke sekolah itu dan diajar dengan mereka lagi.

Begitulah kisah singkat saya bersama teman-teman saya, saya berharap kisah ini dapat mengisnpirasi kalian agar memahami bahwa persahabatan bukanlah sesuatu yang dinilai dengan materi saja, tapi lihat dengan perbedaan sifat, karakter, maupun dari materinya, kami adalah sahabat yang saling menyayangi & mengasihi seperti sebuah keluarga besar, keluarga kedua kami. Kami saling menjuluki, ada si tante, om, anak, papah, mamah, adik, sepupu, oma, opa, kakak, dan sebagainya.

Untuk guru-guru kami di SMAN 6 Bogor, terima kasih atas bimbingan kalian selama 3 tahun itu. Sungguh 3 tahun yang sangat berarti dan sangat perfect. Seandainya kami dapat mengulang 3 tahun itu, tentu kami tak akan menolaknya. Maafkan kami juga jika selama 3 tahun itu kami pernah menyakiti hati kalian atau kami nakal terhadap kalian. Tak dapat kami membalas jasa-jasamu itu, tak dapat pula kami membayar kesalahan kami kepada kalian.

Terima kasih sahabat-sahabatku.

Terima kasih guru-guruku.